Analisis Gerakan Ahmadiyah dalam berbagai perspektif

 Gerakan Ahmadiyah


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl

    Ahmadiyah secara resmi bernama Jemaat Muslim Ahmadiyah (bahasa Arab: الجماعة الإسلامية الأحمدية, al-Jamāʿah al-Islāmīyah al-Aḥmadīyah) adalah sebuah organisasi kebangkitan Islam yang berasal dari Punjab, India Britania, pada akhir abad ke-19. Kemudian organisasi ini ditentang oleh Ahmadiyah Lahore akibat perbedaan ideologi mengenai kenabian Mirza Ghulam Ahmad. 



Mirza Ghulam Ahmad Biography - Facts, Childhood, Family Life, Achievements (thefamouspeople.com)

    Lahirnya Ahmadiyah ini pada awalnya adalah sebagai salah satu organisasi Islam di India. Ahmadiyah berdiri pada 23 Maret 1889, ketika Mirza Ghulam Ahmad mengaku telah mengklaim bahwa ia diangkat secara illahi sebagai Mahdi dan Isa yang diharapkan umat Islam untuk muncul menjelang akhir zaman dengan cara damai sebagai kemenangan akhir umat Islam, serta sosok eskatologis yang diharapkan dari tradisi agama besar lainnya dan ia juga mendapatkan ilham, Ahmad mengakui ia sebagai peletak dasar berdirinya organisasi Jamaah Islam Ahmadiyah, Ahmadiyah memiliki kepercayaan bahwa ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW. yaitu Mirza Ghulam Ahmad dan Ahmadiyah mempercayai bahwa Nabi Isa telah wafat, serta Ahmadiyah mempercayai Imam Mahdi telah datang yaitu dalam bentuk wujud Mirza Ghulam Ahmad, Ahmadiyah dengan demikian memandang dirinya sebagai pemimpin penyebaran dan kebangkitan Islam. Penganut Ahmadiyah dikenal sebagai Muslim Ahmadi.

    Mirza Ghulam Ahmad mendirikan organisasi dengan secara resmi menerima kesetiaan dari para pengikutnya. Sejak kematiannya, organisasi ini dipimpin oleh penerus yang disebut Khalifah. Pada tahun 2017 telah menyebar ke 210 negara dan teritori di dunia dengan konsentrasi di Asia Selatan, Afrika Barat, Afrika Timur, dan Indonesia (Jakarta). Ahmadiyah memiliki tradisi dakwah yang kuat, setelah membentuk organisasi dakwah Muslim pertama yang tiba di Inggris dan negara-negara Barat lainnya. Saat ini, komunitas tersebut dipimpin oleh khalifahnya, Mirza Masroor Ahmad, dan diperkirakan berjumlah antara 10–20 juta di seluruh dunia. Secara garis besar ajaran Ahmadiyah sama dengan ajaran Islam pada umumnya, namun perbedaan terletak pada pengakuan Ahmadiyah mengenai adanya nabi setelah Nabi Muhammad dan status kenabian Mirza Ghulam Ahmad. 

Dikutip dari cnnindonesia.com telah terjadi kekerasan di Cikeusik, Pandeglang, Banten, Minggu (6/2/2011). Dikarenakan massa yang mengatasnamakan Gerakan Muslim Cikeusik merencanakan untuk membubarkan Ahmadiyah di wilayah itu.

Pada tahun 2018, terjadi tindakan intoleransi terhadap jemaah Ahmadiyah di Dusun Grepek Tanak Eat, Desa Greneng, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Tindakan persekusi terhadap jemaah Ahmadiyah ini disebabkan oleh perbedaan akidah antara Ahmadiyah dengan dengan Islam yang berhaluan arus besar (mainstream).

Dikutip dari liputan6, terjadi penyegelan masjid oleh Satuan Polisi Pamong Praja, aparat penegak peraturan daerah terhadap jemaah Ahmadiyah Bekasi, Al-Misbah, Kamis, 4 April 2013, tindakan penyegelan secara permanen untuk mengantisipasi jamaah Ahmadiyah melakukan aktivitas di bangunan itu.

Dikutip dari bbc.com, pada tahun 2017 Masjid Ahmadiyah di Depok disegel Pemda, karena mendapat berbagai laporan, keberatan dan penentangan 'dari masyarakat,' atas kegiatan Ahmadiyah di masjid yang menurutnya sudah disegel itu.

Dikutip dari bbc.com, pada tahun 2017 penyegelan terhadap masjid Ahmadiyah  terjadi yakni pada masjid Al-Hidayah di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Penyegelan  dilakukan karena aktivitas masjid Ahmadiyah dinilai 'di luar peruntukannya' dan 'ekslusif' berhubung tidak menerima jamaah yang bukan Ahmadiyah.

Perspektif HAM
Pada Juni 2008 Pemerintah Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor 3/2008, Nomor Kep-03/A/JA/6/2008, dan Nomor 199 tahun 2008 tanggal 9 Juni 2008 oleh Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Jaksa Agung yang berisi tentang Peringatan dan Perintah kepada Penganut, Anggota, dan/atau Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia dan masyarakat yang melarang para anggota Jemaat Ahmadiyah untuk menyebarkan penafsiran mereka yang tidak sesuai dengan pokok-pokok agama Islam. 

Perspektif Agama
Ahmadiyah dinilai tidak memiliki konsistensi dalam syahadat Islam, akibat keyakinannya terhadap sosok Mirza Ghulam Ahmad yang diposisikannya sebagai nabi, padahal Islam mainstream memandang Muhammad SAW adalah khatamul nabiiyin (nabi mutakhir).

Mirza Ghulam Ahmad mendakwahkan diri sebagai Imam Mahdi dan al Masih al Mau'ud juga menjadi bagian perdebatan dan menjadi perbedaan yang mendasar dengan Islam mainstream yang pada umumnya masih menunggu kehadiran Imam Mahdi dan al Masih al Mau'ud, yang dipahaminya sebagai sosok dari Isa AS.

Kumpulan wahyu yang disebutkan diterima oleh Mirza Ghulam Ahmad oleh penganutnya dibukukan setelah beliau wafat ke dalam Tadhkirah atau kadang ditulis Tazdkirah. Sebagian umat Islam menganggapnya sebagai kitab suci Ahmadiyah.

Perspktif Pribadi
Menurut perspektif saya pribadi gerakan ahmadiyah ini sangat sudah melampaui batas, terlebih dengan pengakuan pendiri yang menjadi Nabi. Padahal sudah dijelaskan dalam kitab suci al-Qur'an bahwa tidak ada Nabi lagi setelah Muhammad. Yang artinya: "Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Al Ahzab: 40)

Referensi:

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ahmadiy%D0%B0h
https://journal.iain-ternate.ac.id/index.php/altadabbur/article/download/946/686
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210908142815-20-691467/deretan-penyerangan-terhadap-ahmadiyah-cikeusik-hingga-ntb
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180523135137-20-300625/penyerangan-pada-ahmadiyah-cerminan-polisi-tak-antisipatif
https://www.liputan6.com/news/read/3933186/segel-untuk-masjid-ahmadiyah-di-bekasi-6-tahun-silam
https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-39076611
https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-40180441
https://jurnal.unpad.ac.id/pjih/article/view/7058
https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42642858


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ibnu Thufail: Sejarah dan Pemikiran Filsafatnya