Ibnu Rusyd: Kritik terhadap Emanasionisme, dan Pengaruh Pemikirannya di Eropa
Teori emanasi menjelaskan bahwa alam diciptakan secara berurutan, mulai dari Tuhan Yang Maha Esa, dengan alam semesta yang keluar dari Ilahi. Alam semesta ini bergerak dengan suatu Gerakan yang abadi. Gerakan tersebut menunjukkan adanya penggerak pertama yaitu Tuhan. Menurut filosof, alam itu Qadim di dalam makna Qadim yang berbeda dengan qadimnya Allah, yaitu alam menjadi sesuatu yang ada dalam bentuk yang lain (alam ini diciptakan dari materi yang sudah ada sebelumnya).
Menurut Ibnu Sina, Allah menciptakan alam semesta melalui proses emanasi, dalam arti Allah menganugerahkan bentuk-bentuk alam. Emanasi ini terjadi melalui pemikiran Allah atau ta'aqqul Allah tentang hakikat-Nya sebagai penyebab adanya alam ini. Ta''aqqul Allah mengenai hakikatnya adalah ilmu Allah tentang diri-Nya dan ilmu itu adalah kekuatan ( al-qudrat ) yang menciptakan segala sesuatu.
Melalui terjemahan karyanya, ia membanjiri para pelajar Kristen dan sarjana Abad Pertengahan dengan komentar-komentar Aristoteles. Pemikiran Ibnu Rusyd menganjurkan kebebasan berpikir, bangsa Eropa berupaya membebaskan diri dari belenggu taklid yang berasal dari golongan gerejawan yang kerap kali memberi hukuman. Pengaruh pemikiran Ibnu Rusy di Eropa bukan dilakukan secara langsung, melainkan melalui murid-muridnya dari eropa yang berlajar ke spanyol yang dikenal dengan nama averroisme. Namun setelah ajaran averroisme berkembang di Eropa, mereka mulai menghargai ilmu pengetahuan dan keterbukaan pemikiran.
Komentar
Posting Komentar